Notification texts go here Contact Us Buy Now!

Kampung Cau 28

Kampung Cau 28
Rajanya Toping, Lumer di Mulut, Kenyal di Perut

PENGABAIAN TATA KELOLA TI

PENGABAIAN TATA KELOLA TI
onesmart

DAMPAK PENGABAIAN TATA KELOLA TI

PENGABAIAN TATA KELOLA TI

1.      Risiko Keamanan Informasi yang Meningkat

Websba - Kelemahan keamanan infrastruktur TI organisasi: kekurangan pemantauan aktivitas jaringan, kebijakan password lemah, atau kekurangan pembaruan software penting. Risiko: peretasan, pencurian data, atau serangan siber lain yang merugikan organisasi.

2. Penurunan Efisiensi Operasional

Ketika organisasi tidak menjalankan tata kelola TI, dapat terjadi masalah kegagalan sistem, downtime berkepanjangan, ketidakmampuan memenuhi kebutuhan operasional. Hal ini mengganggu proses bisnis, menghambat produktivitas, dan meningkatkan biaya operasional karena perbaikan darurat atau pemulihan sistem.

3. Penurunan Kepercayaan Pelanggan dan Mitra Bisnis

Pelanggan dan mitra bisnis mengharapkan keamanan data dan layanan andal.  Ketika organisasi mengabaikan tata kelola TI, dapat terjadi insiden keamanan atau layanan yang mengganggu kepercayaan pelanggan dan mitra bisnis. Akibatnya, pelanggan pindah ke pesaing dan mitra bisnis mencari kemitraan lain.


4. Konsekuensi Hukum dan Peraturan

Banyak yurisdiksi memiliki regulasi ketat terkait perlindungan data dan keamanan informasi. Pengabaian tata kelola TI dapat melanggar peraturan ini dan mengakibatkan konsekuensi hukum (denda besar, tuntutan hukum, atau tindakan perdata). Organisasi harus mematuhi peraturan ini untuk menghindari risiko hukum dan peraturan yang merugikan.

PENYEBAB PENGABAIAN TATA KELOLA TI

1.  Kurangnya Pemahaman Pentingnya Tata Kelola TI

Orang-orang tidak menyadari tata kelola TI adalah landasan keamanan data, efisiensi operasional, dan kesuksesan jangka panjang organisasi.

2. Prioritas Bisnis Salah atau Kurang Alokasi Sumber Daya

Organisasi yang tidak memprioritaskan tata kelola TI dapat mengalokasikan sumber daya secara tidak memadai untuk keamanan dan manajemen TI. Ketika bisnis hanya fokus pada pendapatan langsung tanpa investasi infrastruktur TI, maka risiko pengabaian tata kelola TI meningkat.

3. Kurang Komitmen dari Pihak Manajemen

Kesuksesan tata kelola TI butuh komitmen kuat dari manajemen tingkat atas, jika tidak, maka praktik yang kurang baik dapat muncul. Manajemen yang tidak terlibat dalam upaya tata kelola TI dapat menciptakan budaya pengabaian tanggung jawab.

Maka:

q  Pemahaman pentingnya tata kelola TI melalui pelatihan dan komunikasi internal.

q  Memastikan alokasi sumber daya sesuai kebutuhan TI dan strategi bisnis.

q  Membangun komitmen manajemen tingkat atas dengan memasukkan TI sebagai bagian perencanaan strategis dan visi organisasi.

q  Menerapkan framework tata kelola TI yang sesuai (COBIT atau ITIL) untuk membantu mengelola dan mengawasi TI.

CONTOH PENGABAIAN TATA KELOLA TI

1. Kasus Equifax (2017)

7 September 2017, perusahaan kredit Equifax mengumumkan bahwa informasi pribadi lebih dari 140 juta konsumen telah dicuri dari jaringannya karena pelanggaran data yang sangat besar, termasuk nomor Jaminan Sosial, nomor SIM, alamat email, dan informasi kartu kredit. Sebab: kegagalan menerapkan update software penting, sehingga mengungkapkan kerentanan terhadap serangan siber. Akibat: merusak reputasi, gugatan hukum, kerugian finansial yang signifikan.


2.  Kasus British Airways (2018)

British Airways mengungkap pelanggaran sistem keamanannya pada 2018 yang menyebabkan bocornya data pribadi 420.000 staf dan pelanggan. Sebab: kerentanan dalam situs web maskapai penerbangan tersebut.  Akibat: Denda besar dan merusak reputasi perusahaan.

STRATEGI MENCEGAH PENGABAIAN TATA KELOLA TI

1. Adopsi Framework Tata Kelola TI yang Sesuai

Adopsi framework tata kelola TI yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi. Contoh framework yang umum digunakan: COBIT, ITIL, ISO/IEC 27001. Menerapkan framework ini membantu organisasi memiliki framework yang jelas untuk tata kelola TI.

2. Melakukan Audit dan Evaluasi Tata Kelola TI

Audit dan evaluasi rutin untuk memastikan tata kelola TI berfungsi baik, sesuai kebijakan dan standar yang ditetapkan. Audit teratur dapat mengidentifikasi area yang perlu perbaikan dan mengambil tindakan korektif cepat.


3. Meningkatkan Kesadaran dan Pelatihan

Organisasi memberikan pelatihan kepada staf dan manajemen tentang praktik tata kelola TI yang baik, kebijakan keamanan, dan risiko terkait. Pelatihan ini membantu karyawan memahami tanggung jawab tata kelola TI dan lebih waspada terhadap potensi risiko dan pelanggaran.

STUDI KASUS

Bank Central Asia (BCA)

BCA: salah satu bank terbesar di Indonesia dan telah mengambil langkah penting dalam mengintegrasikan TI dalam operasinya dengan baik.

1. Infrastruktur Teknologi yang Kuat

Berinvestasi dalam infrastruktur TI: sistem perbankan online, memungkinkan pelanggan untuk mengakses layanan perbankan dengan mudah melalui platform internet, mobile banking, dan ATM.

2. Aplikasi Mobile Banking

Mengembangkan aplikasi mobile banking populer di Indonesia: memungkinkan pelanggan melakukan berbagai transaksi (transfer dana, pembayaran tagihan, dan cek saldo, dengan mudah melalui ponsel).

3. Pendekatan Keamanan yang Ketat

Mengimplementasikan keamanan yang ketat: verifikasi dua faktor (2FA) yang melindungi akun pelanggan dan data transaksi.

4. Layanan Pelanggan Online

Memperkenalkan layanan pelanggan online yang efisien dan dukungan melalui media sosial, memungkinkan pelanggan mengajukan pertanyaan dan mendapatkan bantuan dengan cepat.

5. Inovasi Terus Menerus

Terus berinovasi, memperbarui aplikasi, mengembangkan fitur-fitur baru, dan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.

6. Pendidikan dan Pelatihan Karyawan

Memberikan pelatihan berkelanjutan kepada karyawan untuk memastikan mereka menguasai teknologi terbaru dan memberikan layanan berkualitas.

BCA: contoh sukses sebuah organisasi di Indonesia yang berhasil mengimplementasikan tata kelola TI dan mengintegrasikan TI dalam operasi bisnisnya, memberikan layanan perbankan yang aman, nyaman, dan efisien. Membantu BCA menjadi salah satu pemimpin dalam industri perbankan di Indonesia.

5 FOKUS AREA DALAM TATA KELOLA TI

1. Strategic Alignment

Kepastian hubungan bisnis dan perencanaan TI: penetapan, pemeliharaan dan validasi usulan nilai tambah TI, dan keselarasan operasi TI dengan operasional perusahaan.

2. Value Delivery

Pelaksanaan usulan nilai tambah melalui siklus pengantaran, memastikan TI bermanfaat untuk strategi, optimasi biaya dan memberikan nilai tambah dari TI.

3. Resource Management

Investasi optimal (optimasi pengetahuan dan infratruktur), manajemen yang sesuai, sumber daya kritis: aplikasi, informasi, infrastruktur, dan orang.

4. Risk Management

Memerlukan kesadaran pegawai senior, mengerti resiko perusahaan, persyaratan kebutuhan, transparansi resiko bagi perusahaan dan tanggung jawab manajemen risiko dalam organisasi.

5. Performance Measurement

Monitor penerapan strategi, pemenuhan proyek, penggunaan sumber daya, proses kinerja, businnes delivery dan penggunaan TI itu sendiri. Metode yang biasa digunakan: IT balanced scorecard (BSC).



Post a Comment

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.